Budaya Lombok Tengah Pariwisata
Beranda » Blog » ITDC Perkuat Identitas The Mandalika Lewat Seni Budaya

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika Lewat Seni Budaya

LOMBOK TENGAH – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) terus memperkuat identitas The Mandalika sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan event olahraga, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya, lifestyle, alam, dan keterlibatan masyarakat lokal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Mandalika Art & Culture Performance (MACP) yang kembali menghadirkan Drama Tari Legenda Putri Mandalika di Bazaar Mandalika, Sabtu (22/8/2026).

Pertunjukan yang dibawakan Sanggar SakSak Dance itu memadukan drama, tari, dan musik untuk menghidupkan kembali legenda yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Lombok.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan budaya Lombok merupakan bagian penting dari karakter The Mandalika.

“Kami ingin The Mandalika tumbuh bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya event, tetapi sebagai destinasi yang memiliki cerita, karakter, dan pengalaman yang kuat. Budaya Lombok adalah bagian penting dari DNA The Mandalika,” ujar Ahmad Fajar.

Menurutnya, event berskala nasional dan internasional tetap menjadi penggerak kunjungan. Namun, pengalaman budaya, kuliner, alam, lifestyle, olahraga, dan masyarakat lokal perlu dikembangkan sebagai satu kesatuan agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dan kembali berkunjung.

Miliki 9.000 Kader, Posyandu Jadi Garda Terdepan Penurunan Stunting di Lombok Tengah

Kepala Taman Budaya Provinsi NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, menyebut pementasan Legenda Putri Mandalika menjadi salah satu cara menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya.

“Ketika cerita ini dihadirkan kembali melalui drama, tari, dan musik serta melibatkan masyarakat sebagai pelakunya, pelestarian budaya tidak berhenti pada upaya menjaga warisan, tetapi juga memberi ruang agar budaya terus hidup,” katanya.

MACP merupakan kolaborasi ITDC, Taman Budaya NTB, dan masyarakat sekitar kawasan. Program ini pertama kali digelar pada Januari 2026 dan terus dikembangkan sebagai ruang bagi pelaku seni serta masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengembangan destinasi.

Pementasan kali ini juga diramaikan kehadiran The Dudas Minus One, yakni Raffi Ahmad, Ariel, Gading Marten, dan Desta. Kehadiran mereka turut mengangkat sisi budaya The Mandalika kepada publik yang lebih luas.

Dari Gunungkidul ke Podium Dunia, Veda Ega Bawa Harapan Indonesia

ITDC berharap penguatan atraksi budaya dapat menjadikan The Mandalika semakin hidup sepanjang tahun, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku kreatif dan UMKM lokal untuk berkembang.

Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, berbagai aktivitas budaya, sport, lifestyle, dan hiburan terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai destinasi sportstainment berkelas dunia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
× Advertisement