LOMBOK TENGAH – Polresta Lombok Tengah memperketat pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Sebanyak 36 Tempat Pemungutan Suara (TPS) masuk kategori rawan dan tiga wilayah menjadi perhatian khusus aparat kepolisian.
Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Hariyanto, mengatakan pengamanan berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Oktober 2026, dengan melibatkan 1.112 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP dan Damkartan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 680 personel kepolisian diterjunkan, terdiri dari 590 anggota Polresta Lombok Tengah dan 90 personel BKO Brimob Polda NTB.
“Dari total 1.014 TPS, sebanyak 978 TPS masuk kategori aman dan 36 TPS rawan. Sementara kategori sangat rawan nihil,” ujar Hariyanto.
Menurutnya, tiga wilayah yang mendapat perhatian khusus yakni kawasan Mandalika, Kecamatan Janapria dan Praya Barat Daya.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, kepolisian membagi pengamanan menjadi empat rayon serta menyiagakan pasukan cadangan Dalmas dan Brimob di sejumlah titik strategis.
Hariyanto menegaskan, seluruh personel kepolisian yang bertugas mengamankan pemungutan suara dilarang membawa maupun menggunakan senjata api.
“Kami mengedepankan pengamanan secara humanis. Harapannya seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 berjalan aman, damai dan kondusif,” tegasnya.
Selain pengamanan TPS, Polresta Lombok Tengah juga menyiapkan posko komando dan pengendalian guna memastikan koordinasi pengamanan berjalan optimal.


Comment