Kesehatan Lombok Tengah
Beranda » Blog » Musim Pancaroba, Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Waspada ISPA dan DBD

Musim Pancaroba, Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Waspada ISPA dan DBD

LOMBOK TENGAH – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang rentan muncul selama musim pancaroba atau masa peralihan cuaca.

Sejumlah penyakit yang perlu diantisipasi antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), influenza, Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, hingga gangguan pernapasan seperti asma.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah, mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama panas ekstrem yang disertai debu dan asap pembakaran hutan maupun lahan, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

“Di musim pancaroba ini, penyakit ISPA itu cukup rentan pada kondisi panas ekstrem karena debu maupun asap dari pembakaran hutan dan lahan. Bagaimana menangani itu, tentu harus tetap pakai masker,” ujar Mamang, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan debu dan partikel asap yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Miliki 9.000 Kader, Posyandu Jadi Garda Terdepan Penurunan Stunting di Lombok Tengah

Selain ISPA, masyarakat juga perlu mewaspadai influenza yang umumnya ditandai dengan batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan. Penyakit ini dapat menular melalui percikan saluran pernapasan, terutama di lingkungan dengan interaksi masyarakat yang tinggi.

Sementara itu, penyakit DBD juga perlu mendapat perhatian, khususnya ketika curah hujan mulai meningkat dan menimbulkan genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Gangguan pencernaan seperti diare juga berpotensi terjadi apabila kebersihan makanan, air minum, dan lingkungan tidak terjaga dengan baik.

Bagi penderita asma dan alergi, perubahan suhu serta meningkatnya paparan debu dapat memicu kambuhnya gejala, termasuk batuk dan sesak napas.

Untuk mengurangi risiko penyakit selama musim pancaroba, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dari Gunungkidul ke Podium Dunia, Veda Ega Bawa Harapan Indonesia

Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, masyarakat perlu beristirahat cukup dan menghindari paparan asap maupun debu secara berlebihan.

Khusus pencegahan DBD, warga diimbau rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Penggunaan masker juga dianjurkan ketika kualitas udara memburuk, berada di lingkungan berdebu, atau saat mengalami gejala infeksi pernapasan.

Masyarakat yang mengalami demam tinggi, batuk berkepanjangan, atau gangguan kesehatan lainnya diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Musim Hujan Tiba, Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Waspada DBD hingga Leptospirosis

Terlebih jika muncul gejala berat seperti sesak napas, tanda dehidrasi, atau perdarahan yang mengarah pada dugaan DBD, penanganan medis tidak boleh ditunda.

Kewaspadaan dan penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman penyakit selama perubahan musim.

Jurnalis: Anwar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
× Advertisement