LOMBOK TENGAH – Peran kader posyandu menjadi salah satu ujung tombak pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Lombok Tengah. Dengan jumlah kader yang mencapai lebih dari 9.000 orang, keberadaan posyandu dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga ke tingkat desa.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memperkuat peran posyandu, termasuk memikirkan berbagai langkah untuk meningkatkan dukungan dan perhatian terhadap para kader yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader posyandu memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat, terutama dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil, bayi, dan balita.
“Peran posyandu ini luar biasa. Mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Karena itu pemerintah harus hadir mendukung,” ujar Nursiah.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data per Oktober 2026, angka stunting di Lombok Tengah tercatat sebesar 9,6 persen atau setara dengan sekitar 8.000 bayi dan balita.
Capaian tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Nursiah menyebut penurunan ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga para kader posyandu yang aktif melakukan pelayanan dan pendampingan di masyarakat.
Melalui penguatan posyandu, pemerintah daerah berharap pelayanan kepada ibu dan anak semakin optimal, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi agar upaya percepatan penurunan stunting di Lombok Tengah dapat terus berjalan.
Jurnalis: Anwar


Comment