LOMBOK TENGAH — Polemik proses pemilihan kepala desa (Pilkades) Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, dibawa ke DPRD Lombok Tengah, Selasa (6/10/2026).
Hearing warga Kabul tersebut diinisiasi Aliansi Peduli Keadilan Lombok Tengah dan berlangsung di Aula Kantor DPRD Lombok Tengah.
Hearing diterima langsung Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah Ahmad Syamsul Hadi. Hadir pula perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah serta perwakilan Kecamatan Praya Barat Daya.
Dalam hearing tersebut, salah satu bakal calon Kepala Desa Kabul, Ahmad Halim, mempersoalkan hasil pemeriksaan kesehatan salah satu bakal calon lainnya.
Halim meminta panitia pemilihan kepala desa serta tim pengawas di tingkat kecamatan dan kabupaten melakukan pemeriksaan kesehatan ulang terhadap salah satu bakal calon ke RSUD Praya.
Ia mengaku menduga bakal calon tersebut mengalami penyakit stroke.
“Saya minta panitia pemilihan kepala desa Kabul dan tim pengawas kecamatan maupun kabupaten untuk merekomendasikan cek ulang kesehatan salah satu bakal calon kepala desa ke RSUD Praya karena dinilai ada dugaan penyakit stroke,” kata Ahmad Halim.
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Camat Praya Barat Daya, Idham Khalid, menyatakan salah satu bakal calon kepala desa yang dipersoalkan telah mengantongi surat keterangan sehat dari rumah sakit.
Menurutnya, dokumen tersebut menjadi salah satu persyaratan yang telah dipenuhi dalam proses pencalonan.
“Sudah jelas pihak RSJ yang mengeluarkan keterangan sehat bagi salah satu bakal calon kepala desa, sehingga tidak ada lagi yang harus dicek karena sudah memenuhi syarat sebagai pengajuan sebagai calon kepala desa,” kata Idham.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah Ahmad Syamsul Hadi meminta pihak yang mempersoalkan kondisi kesehatan bakal calon tersebut menyampaikan bukti secara jelas.
Ia menilai dugaan penyakit tidak seharusnya hanya disampaikan berdasarkan asumsi tanpa didukung bukti medis.
“Saya minta Pak Halim untuk membuktikan bahwa salah satu bakal calon kepala desa itu ada penyakit stroke, sehingga kita tidak menduga-duga,” tegas Ahmad Syamsul Hadi.
DPRD Lombok Tengah selanjutnya meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proses Pilkades Kabul mengedepankan aturan dan bukti dalam menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Jurnalis: Ahmad Anwar


Comment