Lombok Tengah Pendidikan
Beranda » Blog » Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya Waspadai Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya Waspadai Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

LOMBOK TENGAH – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lombok Tengah menggelar edukasi literasi digital bagi ratusan siswa SMAN 1 Praya Barat Daya, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari ancaman judi online (judol), pinjaman online (pinjol) ilegal, serta penyalahgunaan media digital.

Edukasi yang menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram Desa Darek tersebut mengusung tema “Cerdas Digital, Masa Depan Aman: Membentengi Generasi Muda dari Jeratan Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal.”

Kepala SMAN 1 Praya Barat Daya, Baiq Budiati, S.Pd., M.Pd., mengatakan perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, akan tetapi juga menghadirkan berbagai ancaman apabila tidak digunakan secara bijak.

“Di era digital, berbagai aplikasi dan media sosial dapat diakses dengan sangat cepat. Karena itu, para siswa harus memahami manfaat sekaligus dampak negatifnya apabila digunakan secara tidak tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Lombok Tengah, Iswandy Khairy Ramen, S.IP., M.Han., mengingatkan para pelajar agar lebih selektif dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, algoritma platform digital akan terus menampilkan konten yang sering diakses pengguna.

Miliki 9.000 Kader, Posyandu Jadi Garda Terdepan Penurunan Stunting di Lombok Tengah

“Kalau kita sering membuka konten tertentu, maka konten serupa akan terus muncul di beranda. Karena itu, biasakan memilih konten yang positif, edukatif, dan bermanfaat,” jelas Iswandy.

Dalam paparannya, Iswandy mengungkapkan bahwa judi online kini telah menyasar berbagai kalangan, termasuk anak muda dan anak di bawah umur. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 200 ribu anak muda terindikasi mengakses judi online, dengan lebih dari 80 ribu di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Ia juga menyebutkan kerugian akibat praktik judi online sepanjang 2026 diperkirakan mendekati Rp1.000 triliun, dengan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

“Jangan pernah mencoba judi online. Kemenangan yang diberikan hanya umpan agar pemain terus bermain. Sekali menang, bisa sepuluh kali kalah karena sistemnya memang dirancang agar pemain tidak pernah benar-benar menang,” tegasnya.

Menurut Iswandy, kecanduan judi online sering kali berujung pada penggunaan pinjaman online ilegal untuk menutupi kerugian. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru berupa utang yang membebani diri sendiri maupun keluarga.

Musim Hujan Tiba, Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Waspada DBD hingga Leptospirosis

Pihaknya juga mengingatkan bahwa tidak sedikit remaja yang menggunakan identitas orang tua untuk mengakses layanan pinjaman online karena belum memiliki KTP. Akibatnya, orang tua baru mengetahui setelah menerima tagihan dari penyedia pinjaman.

Sebagai langkah pencegahan, Iswandy mengimbau para pelajar agar segera menutup atau melewati iklan judi online maupun pinjaman online ilegal yang muncul di media sosial atau situs internet, serta tidak pernah mengklik tautan mencurigakan.

Selain membahas bahaya judol dan pinjol ilegal, Diskominfo Lombok Tengah juga memberikan pemahaman mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi di ruang digital.

“Jangan mudah memberikan data pribadi kepada pihak lain. Identitas, nomor telepon, foto dokumen, hingga informasi keluarga harus dijaga agar tidak disalahgunakan,” pesannya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa aktif berdiskusi, menjawab kuis, dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui saat menggunakan media sosial. Pendekatan tersebut membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi digital.

Wabup Nursiah Dorong Penanganan Stunting Terpadu, Wajageseng Jadi Percontohan

Menutup kegiatan, Iswandy mengajak seluruh peserta membangun komitmen bersama melalui empat langkah sederhana, yakni tidak pernah mencoba judi online, menolak tautan atau ajakan mencurigakan, memblokir akun yang merugikan, serta berani bercerita kepada orang tua atau guru jika menghadapi masalah di dunia digital.

“Judi online menjual harapan palsu, sedangkan pinjaman online memakai uang masa depan. Masa depan kalian jauh lebih mahal daripada satu klik,” tutup Iswandy.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Lombok Tengah berharap para pelajar semakin cerdas memanfaatkan teknologi, mampu melindungi data pribadi, serta terhindar dari berbagai ancaman kejahatan digital seperti judi online, pinjaman online ilegal, penipuan siber, dan penyalahgunaan media sosial.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
× Advertisement