MANDALIKA — Menonton MotoGP Mandalika 2026 bakal menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung tak hanya bisa menyaksikan balapan, tetapi juga menikmati konsep camping lifestyle dengan pilihan camper van dan camp group di kawasan Pantai Mandalika.
Konsep tersebut disiapkan sebagai alternatif akomodasi sekaligus ruang berkumpul bagi komunitas selama gelaran MotoGP Indonesia 2026.
Dian selaku perwakilan penyelenggara, mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah pilihan akomodasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung.
Pilihan pertama berupa motor home atau camper van, yang memungkinkan pengunjung merasakan suasana berkemah sekaligus menyaksikan aktivitas dan atmosfer balapan dari kawasan tersebut.
Selain itu, tersedia glamping untuk kapasitas 2–3 orang hingga 4–6 orang.
“Konsep ini bukan hanya sekadar menyediakan tempat tinggal atau menginap. Kami ingin menghadirkan sebuah pilihan tempat berkumpul bagi sesama komunitas,” ujar Dian.
Kawasan camping juga akan dilengkapi berbagai aktivitas, mulai dari nonton bareng, live music hingga kegiatan komunitas. Pelaku UMKM lokal turut dilibatkan untuk menghadirkan pilihan kuliner dan produk lokal bagi pengunjung.
Sementara itu Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Warokka, mengatakan camping ground menjadi salah satu inovasi untuk memberikan pilihan akomodasi berbeda bagi penonton.
“Inovasi ini menjadi jawaban bagi wisatawan yang ingin datang menyaksikan ajang MotoGP di Mandalika dengan cara berbeda,” kata Troy di Lombok Tengah, Jumat (4/9/2026).
Menurut Troy, camping kini tidak lagi sekadar identik dengan wisata murah, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Konsep ini juga menyasar wisatawan yang datang menggunakan sepeda motor dari berbagai daerah, mulai Aceh, Medan hingga Pulau Jawa.
ITDC telah melakukan kajian lokasi selama sekitar tiga bulan. Kawasan Pantai Mandalika akhirnya dipilih karena mudah diakses, terlihat jelas dan telah memiliki fasilitas pendukung seperti toilet, toko serta akses keluar-masuk.
“Kami memilih lokasi yang paling mudah dan visible. Dalam satu atau dua minggu terakhir kami putuskan akan dilakukan di tempat ini, di sepanjang Pantai Mandalika,” jelas Troy.
Pada tahap awal, ITDC akan menggandeng pihak yang berpengalaman menyediakan tenda, sementara utilitas dan fasilitas pendukung disiapkan pengelola.
Di sisi lain, penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga Jumat (4/9), tiket yang terjual disebut telah mencapai sekitar 50 persen.
Antusiasme juga datang dari perusahaan, sponsor, agen perjalanan hingga maskapai penerbangan. Sejumlah travel agent bahkan telah menawarkan paket perjalanan khusus untuk penonton MotoGP.
Troy mengatakan wisatawan kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati MotoGP tanpa harus menginap di hotel sepanjang perjalanan.
“Masyarakat semakin paham bahwa untuk menonton MotoGP mereka tidak harus selalu booking hotel setiap hari. Paket perjalanan sudah semakin mudah,” ujarnya.
Tak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, MotoGP Mandalika juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah dan nasional.
ITDC mencatat dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP mencapai sekitar Rp4,2 triliun pada 2024 dan meningkat menjadi sekitar Rp4,9 triliun pada 2025.
Untuk gelaran 2026, ITDC optimistis kontribusi ekonomi MotoGP Mandalika kembali meningkat dan mampu menembus Rp5 triliun.
“Insyaallah setelah pelaksanaan, kita akan mencapai Rp5 triliun. Tentunya angkanya harus menunggu hasil MotoGP selesai,” pungkas Troy.


Comment