MANDALIKA — Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran keempat di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerapkan sejumlah aturan baru sesuai regulasi Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).
Ajang yang berlangsung 19–20 September 2026 itu diikuti 108 pembalap yang bertarung di empat kelas, yakni National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), serta Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC).
Ketua Panitia MRS 2026, Arif Syahbani, mengatakan perubahan regulasi terutama menyangkut sistem kualifikasi pada kelas NS250 dan IJTC 150 U-15.
“Pada putaran sebelumnya, 10 pembalap lolos ke Q2 dari akumulasi dua sesi latihan resmi. Sekarang menjadi 14 pembalap,” kata Arif di Mandalika, Sabtu (19/9/2026).
Sementara itu, jumlah pembalap dari Q1 yang berhak melaju ke Q2 bertambah dari dua menjadi empat pembalap tercepat.
Regulasi baru juga memberikan dispensasi bagi pembalap yang tidak memiliki hasil kualifikasi akibat masalah teknis atau cedera saat latihan. Mereka tetap dapat mengikuti balapan dari posisi grid paling belakang dengan persetujuan Race Direction.
Syaratnya, pembalap tersebut harus mencatat waktu maksimal 107 persen dari catatan waktu pembalap tercepat pada salah satu sesi latihan resmi.
Aturan lain diterapkan pada pembalap yang start dari pit lane. Jumlahnya dibatasi maksimal 10 pembalap. Jika jumlahnya melebihi batas tersebut, prosedur start ulang menggunakan metode Quick Start.
Selain itu, pembalap yang terlambat keluar pit lane atau meninggalkan grid saat Warm-Up Lap diwajibkan memulai Start Warm-Up Lap dari pit lane, kemudian mengambil posisi grid semula dan menjalani Double Long Lap Penalty.
Untuk pembalap yang terkena sanksi start dari pit lane, mereka baru diperbolehkan masuk lintasan setelah rombongan pembalap melewati tikungan pertama atau garis Pit Exit. Pembalap juga wajib menggunakan pit limiter dan tidak boleh memotong garis putih atau blend line di pintu keluar pit.
Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero), Raden Panji Adhitiyo Putera, mengatakan Pertamina kembali mendukung MRS sebagai bagian dari komitmen pengembangan olahraga balap nasional.
“Dukungan ini merupakan tahun keempat secara berturut-turut sebagai upaya melahirkan talenta muda Indonesia yang mampu bersaing di level internasional,” katanya.
Penerapan regulasi baru tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar keselamatan sekaligus menyelaraskan kompetisi balap nasional dengan ketentuan internasional.


Comment