LOMBOK TENGAH – Pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 disiapkan secara terintegrasi. Sebanyak maksimal 2.678 personel disiapkan Polda NTB dalam pengamanan event internasional yang berlangsung 9–11 Oktober mendatang.
Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Pol. Roycke Harry Langie menekankan, pengamanan tidak hanya berfokus pada jumlah personel, tetapi juga pemetaan setiap pergerakan orang, barang, kendaraan, lokasi hingga rangkaian kegiatan.
Hal itu disampaikan Roycke saat mengikuti Technical Floor Game (TFG) pengamanan MotoGP Mandalika 2026 di Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (1/10/2026).
Menurut Roycke, terdapat empat sasaran utama yang harus menjadi perhatian, yakni orang, barang atau fasilitas, lokasi, dan kegiatan.
“Setiap kegiatan pengamanan ada empat sasaran utama. Yang pertama tentunya orang, mulai dari peserta, penonton, pejabat atau VVIP dan VIP. Ini harus dipastikan aman,” kata Roycke.
Melalui TFG, seluruh rencana pengamanan divisualisasikan untuk menyamakan pemahaman seluruh unsur terkait, termasuk pembagian tugas, pola koordinasi dan langkah menghadapi berbagai kemungkinan situasi.
Roycke juga meminta pengalaman penyelenggaraan MotoGP sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk mengantisipasi potensi gangguan.
“Supaya nanti dalam pelaksanaan kita tidak lagi meraba-raba,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti penampilan dan kelengkapan personel. Polisi yang bertugas di kawasan Mandalika diminta menunjukkan profesionalisme karena MotoGP tidak hanya merupakan ajang olahraga, tetapi juga berkaitan dengan sektor pariwisata.
Pola pengamanan berlapis pada setiap ring juga harus dipahami secara detail. Pemeriksaan orang dan barang diharapkan dilakukan pada ring yang telah ditentukan agar tidak terjadi pemeriksaan berulang yang dapat memicu antrean.
Potensi kebakaran lahan juga menjadi perhatian. Titik rawan diminta diantisipasi sejak awal melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemadam kebakaran.
Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengatakan TFG menjadi bagian penting untuk menyatukan pola pengamanan seluruh unsur.
“Melalui TFG ini seluruh unsur tersebut diintegrasikan sehingga setiap unsur memiliki gambaran yang sama mengenai tugas, pola koordinasi, serta langkah yang dilakukan dalam menghadapi berbagai perkembangan di lapangan,” katanya.
Polda NTB menyiapkan pengamanan secara bertahap melalui rangkaian operasi kepolisian hingga Operasi Mandalika Rinjani 2026.
Kalingga menegaskan, kesiapan tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen perencanaan. Setiap personel harus mampu menerjemahkannya menjadi tindakan yang tepat, akurat dan terukur.
“Keberhasilan pengamanan bukan semata ditandai dengan tidak terjadinya gangguan, tetapi juga dengan terjaminnya seluruh rangkaian MotoGP berlangsung dengan aman, tertib dan lancar,” ujarnya.
Dengan TFG tersebut, seluruh unsur pengamanan diharapkan memiliki pola tindakan yang jelas menjelang MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober.


Comment