LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Kesehatan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan (faskes).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan penyebaran TBC sekaligus mendorong masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Mamang Bagiansah, mengatakan layanan pemeriksaan gratis merupakan agenda rutin yang dilaksanakan.
“Setiap tahun gratis ngecek di faskes,” kata Mamang, Rabu (14/10/2026).
Mamang menjelaskan, TBC merupakan salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius. Pasalnya, penyakit tersebut tidak selalu mudah dikenali, sementara proses pemeriksaan untuk memastikan seseorang terinfeksi juga memerlukan prosedur khusus.
Salah satu metode pemeriksaan yang digunakan adalah Tes Cepat Molekuler (TCM), yakni pemeriksaan untuk mendeteksi bakteri penyebab TBC melalui sampel dahak.
“Harus dites dengan TCM namanya, dahak harus bagus. Itu kadang-kadang banyak yang positif, karena dahaknya tidak bagus sehingga tidak terdeteksi,” jelasnya.
Menurut Mamang, kualitas sampel dahak menjadi salah satu faktor penting dalam pemeriksaan. Karena itu, masyarakat yang mengalami gejala mengarah pada TBC diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Terutama bagi warga yang mengalami batuk berdahak selama dua minggu atau lebih, pemeriksaan TBC perlu segera dilakukan untuk memastikan penyebabnya.
“Sebenarnya kalau ada rekomendasi, setiap orang batuk dua minggu berdahak harus dicek TBC,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mamang menegaskan bahwa upaya pengendalian TBC tidak cukup hanya dengan memberikan pengobatan kepada pasien yang telah terdiagnosis.
Pemerintah juga harus memperkuat penemuan kasus secara aktif serta melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita.
Langkah tersebut penting untuk memutus rantai penularan dan mencegah munculnya kasus baru di tengah masyarakat.
“Bukan mengobati yang sakit saja, tetapi mencegah yang tidak sakit menjadi sakit,” tegasnya.
Namun, upaya pencegahan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan ketika merasa tidak memiliki gejala.
Mamang mencontohkan, ketika terdapat satu anggota keluarga yang menderita TBC, anggota keluarga lainnya belum tentu bersedia menjalani pemeriksaan maupun pengobatan pencegahan karena merasa kondisi tubuhnya masih sehat.
“Cuma mencegah itu susah. Misal, di satu keluarga yang TBC, namun anggota keluarga yang lain masih merasa sehat, pasti enggak mau minum obat,” ungkapnya.
Padahal, kontak serumah dengan pasien TBC perlu mendapatkan perhatian karena berisiko mengalami penularan. Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk menentukan penanganan yang tepat.
Mamang mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis yang disediakan pemerintah daerah sebagai langkah awal menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menekan penyebaran TBC di Lombok Tengah.
Ia pun mengingatkan bahwa mencegah penyakit jauh lebih baik dibandingkan harus menjalani pengobatan setelah kondisi kesehatan terganggu.
“Sedia payung sebelum hujan. Ayo periksa kesehatan sebelum sakit,” pungkasnya.


Comment