Hukrim Lombok Tengah Pendidikan
Beranda » Blog » Kurang Sehat, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Tak Hadir Pemeriksaan

Kurang Sehat, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Tak Hadir Pemeriksaan

LOMBOK TENGAH — Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat, Bunkate, Lombok Tengah, Ahmad Imanudin Sumar atau yang akrab disapa Abah, tidak hadir dalam pemeriksaan yang dijadwalkan Unit PPA Satreskrim Polresta Lombok Tengah, Kamis (24/9/2026).

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual yang mencuat dan menjadi perhatian publik.

Kuasa hukum pimpinan Ponpes Abul Barokat, Yuda Aditia Maafta, meminta penyidik menunda pemeriksaan hingga Senin mendatang. Permintaan penundaan disampaikan karena kliennya disebut sedang dalam kondisi kurang sehat dan membutuhkan waktu untuk beristirahat.

“Pemeriksaan hari ini kami minta untuk ditunda sampai hari Senin karena kondisi kesehatan beliau kurang baik dan membutuhkan istirahat yang cukup,” kata Yuda.

Selain meminta penundaan pemeriksaan, pihak kuasa hukum juga menyatakan akan menempuh langkah hukum terhadap media BBC. Menurut Yuda, pihaknya menilai pemberitaan yang beredar bersifat sepihak dan menimbulkan keresahan di lingkungan pesantren.

Miliki 9.000 Kader, Posyandu Jadi Garda Terdepan Penurunan Stunting di Lombok Tengah

“Kami juga akan mengambil langkah hukum dan somasi terhadap media BBC terkait pemberitaan yang kami nilai sepihak dan menimbulkan keresahan di lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.

Yuda juga menyampaikan bantahan terhadap tuduhan kekerasan seksual yang disebut dilakukan pimpinan Ponpes Abul Barokat terhadap santri. Ia menegaskan bahwa pihaknya membantah tuduhan tersebut dan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.

Sementara itu, Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto mengatakan pihaknya akan segera mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pimpinan Ponpes Abul Barokat.

“Kami akan secepatnya mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan seksual ini,” kata Hariyanto.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi, meminta aparat penegak hukum segera mengusut dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Ponpes Abul Barokat.

Dari Gunungkidul ke Podium Dunia, Veda Ega Bawa Harapan Indonesia

LPA Mataram juga telah menyerahkan bukti tambahan kepada aparat penegak hukum sebagai bahan dalam proses pengungkapan kasus tersebut.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual di lingkungan Ponpes Abul Barokat. Kami juga sudah menyerahkan bukti tambahan sebagai dasar pengungkapan kasus,” ujar Joko.

Kasus dugaan kekerasan seksual tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah informasi terkait dugaan pencabulan terhadap santri beredar luas di media sosial. Sejumlah wali santri bahkan disebut mendatangi pesantren untuk menjemput anak mereka.

Proses hukum kini masih berjalan. Polisi dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan Ponpes Abul Barokat setelah adanya permintaan penundaan dari pihak kuasa hukum.

Jurnalis: Ahmad Anwar 

Musim Hujan Tiba, Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Waspada DBD hingga Leptospirosis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
× Advertisement