LOMBOK TENGAH — Satuan Tugas (Satgas) pengawas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Lombok Tengah meminta masyarakat ikut memantau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengawasan bersama dinilai penting untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat.
Ketua Satgas Pengawas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah harus menjadi bahan evaluasi pemerintah dan pengelola SPPG.
“Program makanan bergizi gratis ini sangat baik dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Apa yang terjadi di beberapa daerah tentunya menjadi catatan penting untuk terus melakukan perbaikan, pengawasan, dan monitoring,” ujar Firman, Selasa (15/9) di Praya.
Firman menegaskan pengelola SPPG harus memperketat perhatian terhadap kualitas dan keamanan pangan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Kami berharap kepada seluruh pengelola SPPG selaku penyedia MBG harus memperhatikan kualitas dan keamanan pangan agar hal buruk yang terjadi belakangan ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan program MBG. Sebab, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Selain untuk kebaikan penerima manfaat, dampak terhadap ekonomi juga diterima oleh keluarga masyarakat, penyedia bahan makanan, kemudian ada lowongan pekerjaan juga. Ini luar biasa,” katanya.
Karena itu, Firman mengajak masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Namun, pengawasan tersebut harus dilakukan secara proporsional dan berdasarkan fakta.
“Kami tidak menutup adanya pengawasan atau partisipasi masyarakat secara proporsional yang dapat memantau pelaksanaan penyediaan MBG ini,” pungkasnya.


Comment