LOMBOK TENGAH — PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus bergerak membantu warga terdampak kebakaran Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Kebakaran yang terjadi Sabtu (22/8) malam itu berdampak pada 75 rumah serta sejumlah fasilitas masyarakat dan pendukung pariwisata.
Sejak malam kejadian, ITDC mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga mobil tangki untuk membantu proses pemadaman. Bantuan kemudian dilanjutkan dengan penyaluran makanan siap saji, air mineral, alas tidur, kebutuhan bayi, hingga perlengkapan sanitasi.
Pada Senin (24/8), ITDC kembali menyalurkan 45 kasur lipat, 50 selimut, 240 paket kebutuhan sanitasi menstruasi, dan 240 popok bayi.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan pihaknya kini dipercaya menjadi PIC penyaluran bantuan tanggap darurat untuk mengoordinasikan dukungan dari BUMN dan berbagai pihak.
“Fokus kami adalah membantu mengoordinasikan dukungan dari 32 BUMN yang beroperasi di NTB maupun berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Troy.
Sejumlah BUMN turut menyalurkan bantuan. PLN memberikan 150 paket sembako dan kebutuhan dasar, sementara BTN dan BRI turut menyerahkan kasur, selimut, bahan pangan, air mineral, perlengkapan ibadah, pakaian layak pakai, serta kebutuhan lainnya.
Solidaritas juga datang dari ekosistem The Mandalika. Komunitas Bazaar Mandalika telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai, pangan, pakaian, kebutuhan bayi dan perlengkapan kebersihan.
Sementara itu, Sapo Development, salah satu investor di The Mandalika, berkomitmen memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk mendukung masyarakat Kampung Adat Sasak Sade.
“Kami mengapresiasi kepedulian seluruh pihak, baik BUMN, investor, komunitas, tenant, maupun masyarakat yang ikut bergerak membantu Kampung Adat Sasak Sade,” kata Troy.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemprov NTB juga telah menetapkan posko tanggap darurat di KDMP Desa Rembitan. Dapur umum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Selain 75 rumah, kebakaran turut berdampak pada satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade dan sejumlah fasilitas lainnya.
ITDC memastikan koordinasi dengan pemerintah, BPBD, BUMN dan pihak terkait akan terus dilakukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Prioritas kita saat ini adalah masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Kami berharap dukungan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dan mendampingi mereka melalui proses pemulihan,” tutup Troy.
Subjudul:
ITDC ditunjuk sebagai PIC penyaluran bantuan dan mengoordinasikan dukungan 32 BUMN untuk warga terdampak kebakaran.


Comment